March 28, 2025

Polonnaruwa: Pusat Sejarah dan Warisan Sri Lanka

Polonnaruwa adalah salah satu kota kuno di Sri Lanka yang penuh dengan sejarah, arkeologi, dan keindahan alam. Sebagai ibu kota kedua setelah Anuradhapura, Polonnaruwa memainkan peran penting dalam sejarah kerajaan Sri Lanka. Kota ini menyimpan banyak peninggalan budaya yang masih bertahan hingga saat ini, dan menjadi tujuan wisata utama yang menawarkan pengalaman sejarah yang mendalam.

Sejarah Polonnaruwa

1. Pusat Kerajaan Sri Lanka

Polonnaruwa menjadi ibu kota kerajaan Sri Lanka pada abad ke-11 setelah kerajaan Anuradhapura runtuh. Kota ini berkembang pesat di bawah pemerintahan Raja Parakramabahu I yang memerintah pada abad ke-12. Raja Parakramabahu I dikenal karena kebijakan pembangunan yang luas, termasuk pembangunan infrastruktur, kebun teh, dan sistem irigasi yang canggih. Selama masa pemerintahannya, Polonnaruwa menjadi pusat perdagangan, budaya, dan agama, yang menandakan kejayaan kerajaan Sri Lanka pada waktu itu.

2. Kejatuhan dan Penurunan

Setelah berabad-abad menjadi ibu kota yang makmur, Polonnaruwa mulai menurun pada abad ke-13 karena serangan dari negara-negara tetangga dan kondisi internal kerajaan. Meski demikian, banyak peninggalan arkeologi dan budaya yang bertahan hingga kini, menjadikannya sebagai situs penting bagi para wisatawan dan peneliti sejarah.

Tempat Wisata Bersejarah di Polonnaruwa

1. Gal Vihara: Patung Buddha Raksasa

Salah satu situs paling terkenal di Polonnaruwa adalah Gal Vihara, kompleks yang berisi empat patung Buddha raksasa yang diukir dari batu granit. Patung-patung ini menggambarkan Buddha dalam berbagai pose, seperti duduk dalam meditasi, berdiri, dan berbaring. Keindahan dan kehalusan ukiran batu di Gal Vihara menunjukkan keterampilan seni yang luar biasa pada masa itu dan memberikan gambaran mendalam tentang penghormatan masyarakat terhadap Buddha.

2. Kuil Watadage: Peninggalan Arsitektur Kuno

Kuil Watadage adalah struktur melingkar yang dibangun untuk melindungi relik suci dan dihiasi dengan ukiran batu yang sangat indah. Dikelilingi oleh batu-batu besar, kuil ini dirancang dengan arsitektur yang canggih, yang memperlihatkan pengaruh kebudayaan Sri Lanka kuno dalam pembangunan bangunan agama. Di sekitar Watadage, terdapat beberapa patung Buddha yang menunjukkan pengaruh seni rupa pada masa tersebut.

3. Istana Raja Parakramabahu I

Istana Raja Parakramabahu I adalah bangunan megah yang digunakan sebagai kediaman raja pada masa kejayaan Polonnaruwa. Meskipun saat ini hanya tersisa reruntuhan, situs ini tetap menjadi salah satu yang paling penting untuk dipelajari. Istana ini mencerminkan kekayaan dan kemegahan arsitektur Sri Lanka pada masa itu, serta merupakan bukti kebijakan raja dalam membangun pusat pemerintahan yang besar dan efisien.

4. Taman Raja Parakramabahu

Taman Raja Parakramabahu adalah taman yang luas dan indah, dilengkapi dengan sistem irigasi yang rumit. Taman ini dulunya digunakan oleh raja dan keluarganya untuk bersantai. Meskipun sebagian besar tanaman dan kolam air telah rusak, pengunjung dapat melihat sisa-sisa dari kemegahan taman yang pernah menjadi kebanggaan kerajaan Sri Lanka.

Menikmati Alam dan Budaya di Polonnaruwa

1. Safari di Taman Nasional Minneriya

Selain situs bersejarah, Polonnaruwa juga menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, salah satunya adalah Taman Nasional Minneriya. Taman ini terkenal dengan populasi gajah liar yang besar, yang sering terlihat berkumpul di sekitar danau Minneriya. Wisatawan dapat mengikuti safari untuk melihat gajah-gajah yang berkeliaran bebas di alam liar, serta menikmati keindahan alam sekitar yang masih asri.

2. Bersepeda di Sekitar Kota Kuno

Salah satu cara terbaik untuk mengeksplorasi Polonnaruwa adalah dengan bersepeda. Kota ini memiliki jalur yang nyaman bagi pengunjung yang ingin berkeliling dan menikmati situs bersejarah yang tersebar di seluruh area. Bersepeda memungkinkan wisatawan untuk lebih leluasa menjelajahi kuil-kuil kuno, istana, dan patung Buddha, sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau yang menenangkan.

Tips Mengunjungi Polonnaruwa

1. Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polonnaruwa adalah selama musim kemarau, antara bulan Desember hingga April, ketika cuaca cerah dan nyaman untuk berkeliling. Selama musim hujan, meskipun suhu tetap hangat, hujan yang deras bisa mengganggu aktivitas luar ruangan.

2. Kenakan Pakaian yang Tepat

Karena Polonnaruwa adalah situs bersejarah yang melibatkan banyak jalan setapak dan area terbuka, pastikan Anda mengenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang sesuai. Selain itu, jangan lupa untuk membawa topi, kacamata hitam, dan tabir surya, karena matahari bisa sangat terik, terutama di siang hari.

3. Hormati Situs Bersejarah

Polonnaruwa adalah situs yang penuh dengan nilai sejarah dan budaya. Sebagai pengunjung, pastikan untuk menghormati situs bersejarah dengan tidak merusak atau mengganggu struktur yang ada. Juga, berpakaian sopan saat mengunjungi tempat-tempat ibadah seperti kuil dan patung Buddha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *